
Stimulus tersebut bisa diperoleh melalui latihan dengan beban berat maupun latihan yang dilakukan hingga mendekati titik kegagalan otot atau muscle failure. Karena itu, jenis latihan dan intensitasnya turut menentukan seberapa besar stimulus yang diterima otot untuk tumbuh.
Untuk pilates sendiri, biasanya menggunakan beban tubuh sendiri atau pegas dengan resistansi tertentu. Namun, beban dan intensitasnya tidak selalu sebesar weightlifting.
“Jadi, stimulusnya memang nggak cukup besar untuk memicu hipertrofi yang signifikan,” jelas dr. Nadhira.
Meski begitu, olahraga ini tetap bisa melatih kekuatan otot, core, fleksibilitas, dan mobilitas tubuh. Jika tujuan utamanya adalah meningkatkan massa otot secara signifikan, kamu bisa melakukan weightlifting.
Sementara itu, pilates bisa jadi pilihan untuk melatih stabilitas, fleksibilitas, dan mobilitas tubuh. Jadi, tinggal sesuaikan jenis latihan dengan tujuan yang ingin kamu capai, ya, Okezoners!
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.