BARRE dan pilates sama-sama dikenal sebagai olahraga low impact yang dapat membantu memperkuat otot sekaligus meningkatkan fleksibilitas. Keduanya juga bisa menjadi pilihan untuk menjaga tubuh tetap aktif dalam jangka panjang.
Namun, meski terlihat mirip, fokus gerakannya berbeda. Lantas, olahraga mana yang lebih baik jaga kebugaran tubuh seiring bertambahnya usia?

Dikutip dari Verywell Health, dokter olahraga Elan L. Goldwaser dari Columbia University menyebut Pilates sedikit lebih unggul jika tujuan utamanya adalah menjaga kesehatan tubuh hingga usia lanjut.
Pilates memberikan fokus pada deep core, yaitu otot-otot inti yang berperan dalam menjaga kestabilan tubuh. Latihan ini juga menekankan keselarasan postur dan kontrol gerakan.
Pilates melatih otot perut, oblique, punggung bagian bawah, diafragma hingga dasar panggul. Kekuatan tersebut membantu menjaga kontrol tubuh saat melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk ketika berjalan.
Pilates juga dinilai dapat membantu menjaga kelenturan tulang belakang serta mengurangi risiko masalah punggung. Kekuatan otot inti yang baik membuat tubuh lebih mampu mempertahankan postur dan mekanik gerakan yang tepat.
Hal tersebut menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia. Ketika tubuh mulai kaku dan mobilitas tulang belakang berkurang, seseorang dapat mengalami perubahan cara berjalan dan postur. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap nyeri punggung.