
Sementara itu, barre lebih banyak melibatkan kaki dan pinggul. Gerakannya dapat berupa menahan posisi dengan satu kaki atau melakukan calf raise secara berulang. Latihan tersebut membantu meningkatkan daya tahan otot tubuh bagian bawah sekaligus menjaga stabilitas pergelangan kaki.
Kekuatan dan stabilitas pergelangan kaki menjadi hal penting terutama ketika seseorang semakin tua. Kemampuan menjaga keseimbangan dapat membantu mengurangi risiko terjatuh.
Karena itu, barre lebih banyak memberikan manfaat pada daya tahan tubuh bagian bawah dan pencegahan jatuh, sedangkan Pilates lebih menitikberatkan pada kekuatan inti, mobilitas tulang belakang, dan perlindungan sendi.
Meski memiliki fokus berbeda, pilates dan barre sama-sama termasuk olahraga dengan intensitas relatif rendah dan minim benturan. Keduanya lebih mengandalkan mekanisme berat badan, ketahanan otot, dan kontrol gerakan dibandingkan latihan angkat beban berat yang bertujuan meningkatkan massa otot secara agresif.
Karena itu, tidak ada salahnya memilih berdasarkan tujuan olahraga. Jika ingin memperkuat core dan menjaga mobilitas tulang belakang, Pilates bisa menjadi pilihan.
Sementara jika ingin melatih kaki, pinggul, stabilitas pergelangan kaki, dan keseimbangan, barre dapat dipertimbangkan. Bahkan, keduanya bisa menjadi bagian dari rutinitas olahraga secara bergantian.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.