Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Songket Minangkabau, Warisan Tenun yang Sarat Makna dari Ranah Sumatera Barat

Khafid Mardiyansyah , Jurnalis-Senin, 17 Agustus 2026 |05:05 WIB
Songket Minangkabau, Warisan Tenun yang Sarat Makna dari Ranah Sumatera Barat
Songket Minangkabau
A
A
A

Koleksi tersebut juga mengambil inspirasi dari falsafah “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”, yang bermakna adat berlandaskan syariat dan syariat berlandaskan Kitabullah atau Al-Qur’an.

Bungo Ameh tersedia dalam enam pilihan warna. Lini perempuan terdiri atas prayer set yang mencakup mukena, sajadah, dan pouch, serta hijab. Sementara lini laki-laki berupa sarung.

Untuk mukena, SASKARA menggunakan kain satin silk yang disebut halus, lembut, dan tidak mudah kusut. Sajadahnya dirancang agar dapat digunakan kapan pun dan di mana pun. Produk-produk tersebut juga dibuat dalam ukuran ringkas untuk memudahkan dibawa bepergian. Selain mukena, koleksi ini mencakup kerudung dan sarung dengan desain senada.

SASKARA berdiri pada 2018 dan sejak itu mengembangkan Koleksi Nusantara dengan mengangkat kekayaan budaya serta keindahan berbagai daerah Indonesia. Bungo Ameh menjadi bagian dari rangkaian tersebut, dengan Sumatera Barat dan kebudayaan Minangkabau sebagai sumber inspirasinya.

(Khafid Mardiyansyah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement