Salah satu karakter penting songket Minangkabau terletak pada motifnya. Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara ragam hias songket dengan ornamen yang terdapat pada ukiran kayu Rumah Gadang.
Penelitian mengenai korelasi motif songket dan ukiran kayu di Sumatera Barat mencatat bahwa sejumlah motif pada songket memiliki kemiripan dengan motif ukiran rumah tradisional Minangkabau. Pandai Sikek, Kubang, dan Silungkang disebut sebagai beberapa daerah yang menjadi pusat kegiatan menenun songket.
Keterkaitan tersebut menunjukkan bahwa motif pada kain dan ukiran tidak berdiri sendiri, melainkan berada dalam lingkungan simbolik kebudayaan Minangkabau. Kajian lain bahkan mencatat bahwa motif-motif pada songket Minangkabau berkaitan dengan motif ukiran kayu yang terdapat pada Rumah Gadang.
Salah satu motif yang dikenal dalam tradisi songket Minangkabau adalah pucuak rabuang atau pucuk rebung. Dalam kajian etnomatematika terhadap kain songket Minangkabau, motif tersebut dimaknai melalui karakter rebung yang kelak tumbuh menjadi bambu. Motif ini kemudian dikaitkan dengan nilai kegunaan dan menjadi salah satu bentuk simbolik yang hadir dalam kebudayaan Minangkabau.
Selain motif tumbuhan, songket Minangkabau juga mengenal berbagai bentuk geometris dan ornamen yang mengambil inspirasi dari alam. Karena itu, kain songket dapat dibaca bukan hanya dari keindahan visualnya, tetapi juga melalui simbol dan nilai yang terkandung dalam ragam hiasnya.
Penelitian tentang karakter dalam motif songket Minangkabau menyebut kain tersebut sebagai salah satu benda adat budaya yang memiliki nilai pendidikan karakter. Motif pada kain dipandang membawa nilai dan pesan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Minangkabau.