Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Diplopia, Gangguan Penglihatan yang Pernah Dialami Marc Marquez saat Kecelakaan di MotoGP Mandalika

Djanti Virantika , Jurnalis-Jum'at, 09 Oktober 2026 |20:05 WIB
Mengenal Diplopia, Gangguan Penglihatan yang Pernah Dialami Marc Marquez saat Kecelakaan di MotoGP Mandalika
Marc Marquez kala berlaga. (Foto: MotoGP)
A
A
A

3. Diplopia yang Dialami Marc Marquez setelah Kecelakaan Mandalika

Marc Marquez Tiba di Lombok, Netizen Indonesia: Welcome Ayang Aku Tunggu di Kamar Lantai 93

Marquez mengalami kecelakaan highside saat sesi pemanasan MotoGP Indonesia pada 20 Maret 2022. Insiden tersebut terjadi di Tikungan 7, ketika motornya kehilangan traksi dan membuatnya terlempar ke udara sebelum jatuh ke lintasan.

Setelah kecelakaan, Marquez menjalani pemeriksaan medis dan dinyatakan mengalami gegar otak. Ia kemudian dinyatakan tidak layak mengikuti balapan utama karena membutuhkan observasi dan pemulihan.

Pada 22 Maret 2022, Marquez mengungkapkan bahwa ia kembali mengalami penglihatan ganda. Pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis mata di Barcelona mengonfirmasi adanya gangguan pada saraf kranial keempat di sisi kanan yang berkaitan dengan kecelakaan tersebut.

Saraf kranial keempat berperan mengendalikan otot oblik superior, salah satu otot yang membantu menggerakkan bola mata. Gangguan pada saraf ini dapat mengganggu koordinasi gerakan kedua mata sehingga seseorang mengalami penglihatan ganda.

Pada pemeriksaan lanjutan yang diumumkan MotoGP pada 29 Maret 2022, kondisi Márquez dilaporkan menunjukkan perkembangan yang baik. Meski demikian, pemulihannya belum sepenuhnya selesai dan ia tetap menjalani penanganan konservatif serta pemeriksaan berkala.

4. Gejala Diplopia yang Perlu Diwaspadai

Gejala utama diplopia adalah melihat dua bayangan dari satu objek. Namun, kondisi ini juga dapat disertai keluhan lain, tergantung pada penyebabnya.

Beberapa gejala yang dapat muncul meliputi penglihatan ganda, baik secara horizontal maupun vertical, sakit kepala, pusing atau gangguan keseimbangan, mual, hingga nyeri pada mata, terutama saat bola mata digerakkan. Gejala lainnya adalah kesulitan memperkirakan jarak objek.

Penglihatan ganda juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti membaca, berjalan, dan mengemudi. Hal ini terjadi karena gangguan koordinasi penglihatan dapat memengaruhi kemampuan seseorang memperkirakan jarak dan kedalaman.

5. Bagaimana Diplopia Didiagnosis?

Untuk menentukan penyebab diplopia, dokter akan melakukan pemeriksaan mata dan menilai apakah penglihatan ganda terjadi pada satu mata atau kedua mata. Pemeriksaan dapat meliputi penilaian ketajaman penglihatan, posisi mata, serta kemampuan bola mata bergerak ke berbagai arah. Dokter juga akan menanyakan riwayat penyakit, cedera, dan gejala lain yang menyertai.

Jika terdapat dugaan gangguan saraf atau cedera kepala, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, seperti CT scan atau MRI. Tes darah juga mungkin diperlukan apabila dicurigai terdapat penyakit tertentu, misalnya diabetes atau gangguan tiroid.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement