Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Diplopia, Gangguan Penglihatan yang Pernah Dialami Marc Marquez saat Kecelakaan di MotoGP Mandalika

Djanti Virantika , Jurnalis-Jum'at, 09 Oktober 2026 |20:05 WIB
Mengenal Diplopia, Gangguan Penglihatan yang Pernah Dialami Marc Marquez saat Kecelakaan di MotoGP Mandalika
Marc Marquez kala berlaga. (Foto: MotoGP)
A
A
A

DIPLOPIA merupakan gangguan penglihatan yang menyebabkan seseorang melihat dua bayangan dari satu objek. Kondisi ini pernah dialami pembalap MotoGP asal Spanyol, Marc Marquez, setelah kecelakaan saat sesi pemanasan MotoGP Mandalika pada Maret 2022.

Kecelakaan yang terjadi di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika tersebut membuat Marquez mengalami cedera kepala dan gegar otak. Ia pun dinyatakan tidak layak mengikuti balapan utama MotoGP Indonesia pada 20 Maret 2022.

MotoGP Mandalika Selalu Hadirkan Pemenang Berbeda, Waktunya Marc Marquez Bersinar?

Beberapa hari setelah insiden itu, Marquez kembali didiagnosis mengalami diplopia atau penglihatan ganda. Gangguan tersebut juga pernah dialaminya pada 2021 setelah mengalami kecelakaan saat berlatih.

Kasus yang dialami Marquez menunjukkan bahwa gangguan penglihatan dapat berkaitan dengan cedera kepala. Lantas, apa itu diplopia, apa saja penyebabnya, dan bagaimana kondisi ini ditangani?

1. Apa Itu Diplopia?

Diplopia, atau yang dikenal sebagai double vision, adalah kondisi ketika seseorang melihat dua gambar dari satu objek. Bayangan yang terlihat dapat berdampingan, bertumpuk, atau terpisah secara vertikal.

Dilansir dari Harvard University, diplopia terbagi menjadi dua jenis, yaitu diplopia monokular dan binokular. Keduanya dibedakan berdasarkan apakah penglihatan ganda tetap terjadi ketika salah satu mata ditutup.

Diplopia Monokular

Diplopia monokular terjadi ketika seseorang tetap melihat bayangan ganda meskipun hanya menggunakan satu mata. Artinya, penglihatan ganda tidak menghilang saat mata lainnya ditutup.

Kondisi ini umumnya berkaitan dengan gangguan pada struktur mata. Beberapa penyebabnya meliputi astigmatisme atau kelainan bentuk kornea atau lensa yang menyebabkan penglihatan menjadi tidak foku, katarak atau kondisi ketika lensa mata menjadi keruh, mata kering atau ketika produksi air mata tidak mencukupi untuk menjaga permukaan mata tetap lembap.

Selain itu, ada keratoconus yaitu kondisi ketika kornea menipis dan berubah bentuk menyerupai kerucut. Terakhir, gangguan retina, yang dapat memengaruhi kualitas gambar yang diterima mata.

Penanganan diplopia monokular bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Karena itu, pemeriksaan dokter mata diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan terapi yang sesuai.

Diplopia Binokular

Berbeda dengan jenis monokular, diplopia binokular terjadi ketika kedua mata terbuka dan penglihatan ganda menghilang saat salah satu mata ditutup. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan ketidakselarasan posisi kedua mata. Gangguan tersebut dapat terjadi akibat masalah pada otot penggerak bola mata atau saraf yang mengendalikan pergerakannya.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan diplopia binokular antara lain strabismus atau mata juling, diabetes yang memengaruhi saraf, penyakit Graves, miastenia gravis, serta cedera kepala. Pada kasus tertentu, gangguan saraf akibat stroke, tumor otak, atau penyakit neurologis lainnya juga dapat memicu penglihatan ganda.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement