Ia menambahkan, persoalannya tidak hanya terletak pada cahaya, tetapi juga dampaknya terhadap pola dan kualitas tidur.
“Salah satu poin penting yang perlu diingat adalah bahwa menjaga lingkungan tidur yang sehat merupakan aspek lain yang berpotensi dapat dimodifikasi untuk kesehatan kardiovaskular,” kata Dr. Chen. “Mengurangi cahaya yang tidak perlu di malam hari adalah langkah yang relatif sederhana yang juga dapat membantu mendukung tidur yang lebih baik.”
Tidur yang cukup juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kardiovaskular. Menurut Dr. Chen, kurang tidur dalam jangka panjang dapat berkaitan dengan sejumlah faktor yang memengaruhi risiko penyakit jantung.
“Kurang tidur atau tidur yang tidak cukup dalam jangka waktu lama dapat memengaruhi tekanan darah, metabolisme, pengaturan gula darah, dan faktor-faktor lain yang memengaruhi risiko kardiovaskular,” jelasnya. “Oleh karena itu, tidur harus dilihat sebagai bagian dari gambaran yang lebih luas tentang kesehatan jantung, bersamaan dengan olahraga, nutrisi, pengelolaan berat badan, dan pengendalian tekanan darah dan kolesterol.”
Hal serupa disampaikan ahli kardiologi dan lipidologi Yu-Ming Ni, MD. Ia menjelaskan bahwa kesehatan tidur merupakan salah satu aspek yang berkaitan dengan kesehatan kardiovaskular.
“Dan kita sudah tahu bahwa gangguan tidur, khususnya apnea tidur, dikaitkan dengan kondisi seperti tekanan darah tinggi dan masalah kardiovaskular lainnya.”
Mengurangi sumber cahaya yang tidak diperlukan dapat menjadi langkah sederhana untuk menciptakan lingkungan tidur yang lebih nyaman. Dr. Chen menyarankan kamar dibuat segelap mungkin tanpa mengorbankan faktor keamanan.
“Jika memungkinkan, jaga agar kamar tidur tetap gelap sebisa mungkin agar tetap nyaman, matikan lampu yang tidak perlu, dan batasi penggunaan layar terang menjelang waktu tidur,” saran Dr. Chen.
Meski penelitian menemukan kaitan dengan paparan cahaya yang sangat rendah, bukan berarti seseorang harus menghilangkan seluruh sumber cahaya dari kamar.