Namun, latihan tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan. Orang yang memiliki masalah keseimbangan mungkin membutuhkan pengawasan atau arahan tenaga profesional saat mulai berolahraga.
Bukan hanya otot yang mendapatkan manfaat dari latihan beban. Tulang juga mendapatkan rangsangan mekanis dari aktivitas resistansi dan latihan menahan beban.
Hal ini menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia karena kepadatan tulang dapat menurun. Kondisi tersebut membuat dampak dari jatuh berpotensi menjadi lebih serius.
Meski begitu, orang yang mengalami osteoporosis atau memiliki risiko patah tulang tinggi tidak disarankan langsung melakukan latihan angkat beban berat. Program latihan sebaiknya disesuaikan dan dilakukan dengan arahan profesional.
Otot juga memiliki peran penting dalam cara tubuh mengelola glukosa. Karena itu, menjaga massa otot melalui aktivitas fisik secara rutin dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan metabolisme.
Latihan kekuatan juga dapat dikombinasikan dengan aktivitas aerobik seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang. Dengan begitu, rutinitas olahraga tidak hanya berfokus pada satu jenis aktivitas.