"Di dunia per-Kpop-an ada yang namanya fansite (fans yang biasanya memotret idol Korea, entah itu konser, fansign, atau aktivitas lain, lalu di-post). Di konser itu banyak fansite dari Korea yang ikut ke konser Malaysia," tulis akun @satzze.
Masalah muncul karena banyak fansite yang memakai kamera profesional dengan ukuran besar. Dengan ukuran tersebut dan diangkat setiap kali memotret, hal itu menghalangi pandangan fans lain yang sedang menikmati konser.
"Coba ditegur, tapi enggak mempan. Selain itu, sebenarnya hal seperti itu melanggar rules, berujung Knetz enggak terima, tapi mereka malah rasis sama orang-orang Asia Tenggara. Mengatai miskin, kulit gelap, wajah seperti hewan," tulisnya.
Ucapan Knetz yang rasis dan kasar membuat netizen dari negara ASEAN bersatu dan membentuk SEAblings. Aksi saling serang di X terus berlanjut hingga menjadikan Knetz trending topic sejak kemarin.
"Knetz balasnya pakai bahasa Korea terus. Disuruhlah pakai bahasa Inggris sama orang-orang kita. Tapi dia malah bilang, 'Ngapain pakai bahasa Inggris? Gue mah bangga sama bahasa sendiri. Enggak kayak kalian yang bangga komunikasi pakai bahasa negara yang sudah menjajah kalian.' Akhirnya muncullah beberapa tweet legend asbunan netizen-netizen Indonesia ini," cerita akun tersebut.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.