JAKARTA - Menjaga kesehatan kulit kepala dan rambut tentu harus memperhatikan kebersihannya. Banyak orang memiliki rutinitas cuci rambut yang berbeda-beda.
Namun, sebenarnya bagaimana patokan rutinitas mencuci rambut yang baik? Menurut artikel Verywell Health, mencuci rambut tidak bisa disamakan antara satu orang dengan yang lainnya.
Beberapa faktor seperti jenis rambut, kondisi kulit kepala, gaya hidup, dan kebutuhan pribadi menjadi penentu seberapa sering seseorang perlu mencuci rambut. Ahli kesehatan kulit dan rambut mengatakan, ada beberapa panduan umum dari para pakar yang bisa membantu menentukan jadwal yang tepat.
Kulit kepala manusia memproduksi minyak alami (sebum) yang membantu melindungi helai rambut dan menjaga kelembapannya. Namun, produksi minyak ini berbeda-beda antarindividu.
Sebagian orang memiliki kulit kepala yang mudah berminyak, sementara yang lain justru cenderung kering. Selain itu, tekstur rambut (lurus, ikal, keriting), aktivitas fisik yang memicu keringat, penggunaan produk styling, serta kondisi kulit kepala seperti ketombe atau dermatitis seboroik juga memengaruhi seberapa sering seseorang perlu mencuci rambut.