Tentakel ubur-ubur melepaskan zat yang dikenal sebagai asam poliglutamat (PGA), yang mengenai tubuh manusia saat tersengat. Kulit manusia tidak tahan terhadap paparan PGA dalam jumlah besar, yang menyebabkan timbulnya bentol-bentol gatal dan nyeri.
Nah, PGA ini juga dihasilkan selama proses fermentasi kedelai dalam pembuatan natto. Biasanya, jumlah PGA dalam natto cukup kecil, sehingga tidak menimbulkan masalah bagi pemakannya, namun sengatan ubur-ubur dapat meningkatkan sensitivitas terhadap PGA.
Jika sering disengat ubur-ubur, tubuh manusia pada akhirnya akan menganggap PGA sebagai sesuatu yang berlebihan, sehingga bahkan jumlah PGA dalam satu porsi natto bisa cukup untuk memicu reaksi alergi tersebut.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.