Tak berhenti sampai di situ, lingkungan atau orang sekitar juga turut berperan andil dalam memberantas kasus kekerasan seksual pada anak. Bahkan, menurut Audrey, masyarakat memiliki peran yang besar sebagai pelapor ketika mereka menemukan kasus tersebut di lingkungan sekitar mereka.
“Tentunya tidak berhenti disitu juga, kita juga mengajak semua generasi muda, dan juga memiliki concern dan bersedia menjadi pendamping. Agar kita menjadi pelapor ya ketika kita melihat kekerasan seksual terjadi di sekitar kita. Kita juga mengajak generasi muda untuk berani speak up, ketika melihat sesama mereka mengalami, dan juga memberikan pembekalan agar mereka bisa membantu para korban,” katanya.
Bahkan, agar kampanye tersebut berjalan lancar, Audrey juga turut menggandeng Kementerian hingga lembaga terkait yang memang concern terhadap pemberantasan kasus kekerasan seksual terhadap anak.
“Tentunya bekerja sama dengan berbagai pihak. Ada dari kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dari komisi perlindungan anak Indonesia. Dan juga banyak sekali komunitas-komunitas yang memang ada concern terhadap kekerasan seksual terhadap anak,” katanya.
“Seperti misalnya ketika ke Bali, saya bekerja sama dengan Lentera Anak Bali, dan ketika saya ke Manado saya bekerja sama dengan duta-duta daerah. Jadi di sini kita involve a lot community, a lot of aspect from the goverment, organization, dan setiap pribadi sehingga ini menjadi gerakan bersama untuk memutus kekerasan seksual terhadap anak,” tuturnya.
(Leonardus Selwyn)