6. Ikan sarden
Selain sarat dengan nutrisi, sarden adalah sumber protein yang enak dan nyaman yang dapat ditambahkan ke berbagai macam hidangan. Satu porsi dengan berat 92 gram ikan kecil ini mengandung 131 mg kolesterol.
7. Yoghurt penuh lemak
Yoghurt penuh lemak adalah makanan kaya kolesterol yang dikemas dengan nutrisi seperti protein, kalsium, fosfor, vitamin B, magnesium, seng, dan kalium. Satu cangkir setara dengan 245 gram yogurt penuh lemak mengandung 31,8 mg kolesterol.
8. Gorengan
Makanan yang digoreng, seperti daging goreng dan stik keju, mengandung kolesterol tinggi dan harus dihindari jika memungkinkan.Itu karena mereka tinggi kalori dan mungkin mengandung lemak trans, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan merusak kesehatan dengan banyak cara lainnya. Selain itu, asupan tinggi makanan yang digoreng telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, obesitas, dan diabetes.
9. Makanan cepat saji
Asupan makanan cepat saji merupakan faktor risiko utama untuk berbagai kondisi kronis, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Mereka yang sering makan makanan cepat saji cenderung memiliki kolesterol lebih tinggi, lebih banyak lemak perut, tingkat peradangan yang lebih tinggi, dan gangguan regulasi gula darah.
10. Daging olahan
Daging olahan, seperti sosis, bacon, dan hot dog, adalah makanan berkolesterol tinggi yang harus dibatasi. Asupan tinggi makanan ini terkait dengan peningkatan tingkat penyakit jantung dan kanker tertentu, seperti kanker usus besar. Sebuah tinjauan besar yang melibatkan lebih dari 614.000 peserta mengaitkan setiap tambahan 50 gram)porsi daging olahan per hari dengan risiko penyakit jantung 42 persen lebih tinggi.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.