"Memastikan kesiapan 400 ribu tablet Molnupiravir untuk menghadapi gelombang Omicron. Sekaligus meninjau mulainya proses produksi lokal Molnupiravir yang diharapkan bisa mulai masuk ke pasar di April - Mei 2022," cuit Menkes Budi.
Sebagaimana diketahui, hasil uji klinik fase 3 menunjukkan Molnupiravir dapat menurunkan risiko hospitalisasi atau risiko dirawat di rumah sakit bahkan kematian sebesar 30 persen. Kondisi ini berlaku pada pasien Covid-19 derajat ringan hingga sedang.
Baca juga: Kasus Omicron Melonjak, Menkes Fokus Penanganan Pasien Via Telemedicine
Sedangkan untuk pasien Covid-19 dengan derajat ringan, efikasinya mencapai 24,9 persen. Untuk dosisnya, obat ini diberikan dua kali sehari sebanyak 4 kapsul (@200 mg) selama 5 (lima) hari.
(Dyah Ratna Meta Novia)