PERNAH memperhatikan ibu atau pasangan perempuan bangun lebih pagi dibandingkan ayah atau pasangan laki-laki? Ternyata, kebiasaan tersebut tidak selalu sekadar soal rutinitas.
Penelitian menemukan adanya perbedaan biologis dalam ritme tidur antara perempuan dan laki-laki. Perbedaan antara laki-laki dan perempuan ternyata juga dapat ditemukan dalam hal yang sangat sederhana, termasuk pola tidur.
Sebuah penelitian yang dilakukan peneliti dari Harvard Medical School menemukan bahwa perempuan cenderung memiliki siklus tidur-bangun atau ritme sirkadian yang sedikit lebih pendek dan lebih cepat dibandingkan laki-laki.
Akibatnya, perempuan secara umum cenderung lebih mudah mengantuk lebih awal pada malam hari dan bangun lebih pagi pada keesokan harinya.
Dilansir dari NBC News International, penelitian tersebut menemukan bahwa rata-rata ritme sirkadian perempuan sekitar 6 menit lebih pendek dibandingkan laki-laki. Angka 6 menit mungkin terdengar kecil. Namun, perbedaan tersebut dapat berpengaruh pada waktu seseorang merasa mengantuk dan terbangun.
Dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan ritme biologis tersebut diperkirakan dapat membuat perempuan secara alami bangun sekitar 30 menit lebih awal dibandingkan laki-laki. Menurut peneliti Jeanne Duffy dari Harvard Medical School, perbedaan ritme tersebut dapat memengaruhi seberapa mudah seseorang tertidur dan mempertahankan tidurnya sepanjang malam.
Dengan kata lain, bukan hanya kebiasaan atau alarm yang menentukan kapan seseorang tidur dan bangun. Jam biologis tubuh juga ikut berperan.