Mengapa Ada Orang yang Tidur dengan Mata Terbuka? Ini Penjelasannya

Djanti Virantika, Jurnalis
Rabu 07 Oktober 2026 22:05 WIB
Tidur mata terbuka. (Foto: Freepik)
Share :

PERNAH terbangun dengan mata terasa kering, perih, atau seperti ada pasir yang mengganjal? Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda seseorang tidur dengan mata terbuka.

Dalam dunia medis, tidur dengan mata terbuka disebut nocturnal lagophthalmos. Kondisi ini terjadi ketika seseorang tidak dapat menutup kelopak mata sepenuhnya saat tidur.

Sekilas mungkin terdengar seperti kebiasaan yang tidak berbahaya. Namun, jika terjadi dalam waktu lama, kondisi tersebut dapat membuat permukaan mata kekurangan pelumas alami dan meningkatkan risiko gangguan pada mata.

1. Gejala Tidur dengan Mata Terbuka

Dilansir dari Health Line, kelopak mata berfungsi melindungi permukaan mata dan membantu mempertahankan lapisan air mata. Saat tidur, mata yang tertutup membantu menjaga permukaan mata tetap lembap.

Jika kelopak mata tidak menutup sempurna, permukaan mata dapat menjadi kering dan mengalami iritasi. Beberapa gejala yang mungkin muncul antara lain mata merah, pandangan kabur, mata terasa terbakar atau perih, iritasi dan rasa gatal, mata terasa seperti berpasir atau tergesek, hingga sensitif terhadap cahaya.

Selain itu, mata yang tidak tertutup sepenuhnya saat tidur juga bisa membuat seseorang merasa ada sesuatu yang mengganjal di mata. Dampak terakhir adalah kualitas tidur terganggu.

Seseorang terkadang tidak menyadari dirinya tidur dengan mata terbuka. Kondisi ini justru dapat diketahui setelah orang lain memberitahukannya atau ketika muncul keluhan pada mata setelah bangun tidur.

2. Apa Penyebab Tidur dengan Mata Terbuka?

Nocturnal lagophthalmos umumnya berkaitan dengan gangguan pada saraf atau otot wajah yang berperan dalam menutup kelopak mata. Beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab atau faktor.

Salah satunya bell's palsy atau kelumpuhan saraf wajah. Kemudian, penyebab lainnya adalah cedera atau trauma pada wajah dan kepala, stroke, tumor atau operasi di sekitar saraf wajah, penyakit neuromuscular, kondisi autoimun tertentu, infeksi tertentu, kerusakan atau jaringan parut pada kelopak mata akibat cedera atau luka bakar, mata menonjol akibat penyakit mata terkait Graves, dan operasi pada kelopak mata.

Pada sebagian orang, penyebabnya tidak dapat diketahui secara jelas. Kondisi ini juga dapat terjadi dalam keluarga.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya