Kisah Nenek 65 Tahun Sabet Gelar Juara Dunia Angkat Besi, Ini Alasan Latihan Beban Itu Penting

Agustina Wulandari , Jurnalis
Senin 05 Oktober 2026 06:05 WIB
Martine Barons mengikuti kompetisi dalam kategori usia 65-85 tahun pada AWPC World Powerlifting Championships yang digelar 14 September 2026. (Foto: dok Instagram/dr.barons)
Share :

JAKARTA - Memasuki usia 60 tahun bukan berarti seseorang harus berhenti melakukan latihan beban. Kisah Martine Barons, nenek berusia 65 tahun asal Stratford-upon-Avon, Inggris, menjadi salah satu buktinya. Ia berhasil meraih gelar juara dunia powerlifting atau angkat besi untuk ketiga kalinya.

Melansir NDTV, Martine mengikuti kompetisi dalam kategori usia 65-85 tahun pada AWPC World Powerlifting Championships yang digelar 14 September 2026. Menariknya, ia baru mulai menekuni angkat beban kurang dari tiga tahun sebelum meraih pencapaian tersebut.

Kisah Martine bukan sekadar soal prestasi olahraga. Pencapaiannya juga menunjukkan bahwa latihan kekuatan tetap memiliki peran penting dalam menjaga kebugaran seiring bertambahnya usia.

Alasan Latihan Beban Penting setelah Usia 60?

Martine Barons, atlet angkat besi usia 65 tahun. (Foto: dok Instagram/dr.barons)

Seiring bertambahnya usia, tubuh secara alami mengalami penurunan massa dan kekuatan otot. Kondisi ini dikenal sebagai sarkopenia.

Penurunan kekuatan otot dapat memengaruhi berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari berjalan, menjaga keseimbangan, berdiri dari kursi, hingga membawa barang. Karena itu, menjaga kekuatan otot dapat membantu seseorang tetap aktif dan mandiri.

Menurut seorang fisioterapis sekaligus spesialis neurorehabilitasi asal India, dr. Dharam Pandey, latihan resistansi dapat memberikan beban yang terkontrol pada otot sehingga tubuh terdorong untuk beradaptasi dan menjadi lebih kuat.

Tujuannya bukan harus membentuk otot besar seperti atlet. Bagi orang lanjut usia, mempertahankan kekuatan fungsional justru lebih penting karena berkaitan langsung dengan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari.

1. Tetap Mandiri

Salah satu manfaat penting latihan beban pada usia lanjut adalah membantu seseorang tetap mampu melakukan berbagai aktivitas tanpa terlalu bergantung pada orang lain.

Latihan tidak harus selalu menggunakan beban berat. Gerakan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing dan diarahkan pada aktivitas yang memang dilakukan sehari-hari.

Martine sendiri pernah menceritakan bahwa setelah menekuni olahraga tersebut, ia merasa lebih mampu melakukan aktivitas seperti memindahkan furnitur dan bermain bersama cucu-cucunya.

2. Menjaga Keseimbangan

Kekuatan otot juga berkaitan dengan keseimbangan tubuh. Hal ini penting karena risiko jatuh dapat meningkat seiring bertambahnya usia, terutama ketika kekuatan otot dan kemampuan bergerak mulai menurun.

Latihan yang memperkuat kaki dan otot inti mampu menopang kestabilan tubuh. Latihan keseimbangan dan gerakan fungsional juga dapat dimasukkan ke dalam rutinitas.

Namun, latihan tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan. Orang yang memiliki masalah keseimbangan mungkin membutuhkan pengawasan atau arahan tenaga profesional saat mulai berolahraga.

3. Tulang Lebih Sehat

Bukan hanya otot yang mendapatkan manfaat dari latihan beban. Tulang juga mendapatkan rangsangan mekanis dari aktivitas resistansi dan latihan menahan beban.

Hal ini menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia karena kepadatan tulang dapat menurun. Kondisi tersebut membuat dampak dari jatuh berpotensi menjadi lebih serius.

Meski begitu, orang yang mengalami osteoporosis atau memiliki risiko patah tulang tinggi tidak disarankan langsung melakukan latihan angkat beban berat. Program latihan sebaiknya disesuaikan dan dilakukan dengan arahan profesional.

4. Kesehatan Metabolisme Terjaga

Otot juga memiliki peran penting dalam cara tubuh mengelola glukosa. Karena itu, menjaga massa otot melalui aktivitas fisik secara rutin dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan metabolisme.

Latihan kekuatan juga dapat dikombinasikan dengan aktivitas aerobik seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang. Dengan begitu, rutinitas olahraga tidak hanya berfokus pada satu jenis aktivitas.

Martine juga mengaku merasakan perubahan pada postur, kepercayaan diri, dan kemampuan fisiknya setelah menekuni angkat besi.

Bagi lansia, rasa percaya diri dalam bergerak menjadi hal penting. Sebab, rasa takut jatuh atau merasa tubuh sudah lemah dapat membuat seseorang semakin jarang bergerak. Padahal, kurang aktif bergerak justru dapat membuat kekuatan dan mobilitas semakin menurun.

Namun, orang berusia 60 tahun ke atas tak perlu menjadi atlet angkat besi untuk mendapatkan manfaat latihan beban. Latihan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menggunakan resistance band, berat badan sendiri, mesin olahraga, dumbel, atau beban bebas yang disesuaikan.

Beberapa gerakan sederhana yang dapat menjadi pilihan, tergantung kondisi fisik, antara lain duduk-berdiri dari kursi, squat dengan bantuan kursi, naik-turun anak tangga, latihan dengan resistance band, push-up di dinding, hip bridge, serta latihan menggunakan dumbel ringan.

Yang terpenting adalah melakukan gerakan dengan aman dan terkontrol. Beban juga sebaiknya ditingkatkan secara bertahap, bukan langsung menggunakan beban berat.

Kisah Martine Barons menunjukkan bahwa latihan kekuatan tak memiliki batas usia yang mutlak. Setelah memasuki usia 60 tahun, tujuan olahraga mungkin bukan lagi mengejar prestasi seperti atlet, melainkan menjaga kekuatan, mobilitas, keseimbangan, dan kemandirian. Jadi, tak ada kata terlambat untuk mulai melatih kekuatan tubuh sesuai kemampuan masing-masing.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya