Martine juga mengaku merasakan perubahan pada postur, kepercayaan diri, dan kemampuan fisiknya setelah menekuni angkat besi.
Bagi lansia, rasa percaya diri dalam bergerak menjadi hal penting. Sebab, rasa takut jatuh atau merasa tubuh sudah lemah dapat membuat seseorang semakin jarang bergerak. Padahal, kurang aktif bergerak justru dapat membuat kekuatan dan mobilitas semakin menurun.
Namun, orang berusia 60 tahun ke atas tak perlu menjadi atlet angkat besi untuk mendapatkan manfaat latihan beban. Latihan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menggunakan resistance band, berat badan sendiri, mesin olahraga, dumbel, atau beban bebas yang disesuaikan.
Beberapa gerakan sederhana yang dapat menjadi pilihan, tergantung kondisi fisik, antara lain duduk-berdiri dari kursi, squat dengan bantuan kursi, naik-turun anak tangga, latihan dengan resistance band, push-up di dinding, hip bridge, serta latihan menggunakan dumbel ringan.
Yang terpenting adalah melakukan gerakan dengan aman dan terkontrol. Beban juga sebaiknya ditingkatkan secara bertahap, bukan langsung menggunakan beban berat.
Kisah Martine Barons menunjukkan bahwa latihan kekuatan tak memiliki batas usia yang mutlak. Setelah memasuki usia 60 tahun, tujuan olahraga mungkin bukan lagi mengejar prestasi seperti atlet, melainkan menjaga kekuatan, mobilitas, keseimbangan, dan kemandirian. Jadi, tak ada kata terlambat untuk mulai melatih kekuatan tubuh sesuai kemampuan masing-masing.
(Agustina Wulandari )