JAKARTA - Tren fashion biasanya datang dan pergi. Namun, ada satu gaya yang justru semakin bertahan dan terus muncul di berbagai koleksi desainer, yaitu whimsy.
Gaya ini identik dengan pakaian dan aksesori yang terlihat playful, unik, romantis, bahkan seperti dunia dongeng. Mulai dari pita berukuran besar, rok mengembang, ruffle, roset, hingga siluet yang tak biasa, semuanya menjadi bagian dari tren whimsy.
Menurut Harper’s BAZAAR Singapore, tren ini tidak hanya soal penampilan yang terlihat manis atau eksentrik. Di baliknya, ada alasan emosional yang membuat gaya tersebut terus diminati.
Di balik tampilannya yang penuh dekorasi, tren whimsy ternyata memiliki kaitan dengan kondisi emosional masyarakat.
Psikolog mode Dr. Dion Terrelonge menjelaskan bahwa estetika fantasi cenderung muncul ketika masyarakat sedang menghadapi ketidakpastian atau situasi global yang penuh tekanan. Berpakaian dengan gaya yang penuh imajinasi dapat menjadi bentuk pelarian sejenak dari realitas.