JAKARTA - Pernahkah kalian merasa lelah setelah bekerja seharian, namun sangat sulit tidur? Padahal kalian harus kembali bekerja atau beraktivitas keesokan harinya. Bisa jadi hal itu karena pikiran dan badan kalian yang tidak rileks dan membuat tubuh membaca bahwa badan masih beraktifitas.
Jika kamu sering mengalami hal tersebut, mungkin tips yang satu ini cocok dicoba oleh kamu agar tubuh bisa semakin rileks sebelum tidur dan masuk mode istirahat. Dokter sekaligus influencer kesehatan Cecep Hermawan dalam unggahan video di akun Instagramnya membagikan sebuah langkah sederhana yang dapat dipraktikkan di rumah untuk membantu tubuh lebih cepat rileks dan siap masuk ke mode istirahat.
Ia mengungkapkan bahwa kunci merangsang rasa kantuk terletak pada penekanan titik saraf tertentu di area kepala yang dikombinasikan dengan teknik pernapasan khusus. "Titik di belakang kuping ini bikin kalian gampang tidur. Titiknya ada di sini, di antara tulang belakang kuping sama dasar tengkorak,” kata dr. Cecep, dikutip Jumat (14/8/2026).
Dokter Cecep menjelaskan bahwa titik tersebut dikenal sebagai titik Anmian, sebuah area yang berada pada jalur sistem saraf otonom manusia. Memberikan stimulasi lembut pada area tersebut diyakini mampu memicu respons fisik untuk beralih dari kondisi siaga menjadi lebih tenang.
“Titik Anmian ada di jalur saraf yang nyambung ke sistem saraf otonom kita. Tekanan lembut di situ diduga bantu geser tubuh dari mode siaga ke mode istirahat,” katanya.
Namun, penekanan titik saraf ini tidak berdiri sendiri. Agar hasilnya maksimal, teknik pemijatan lembut tersebut perlu dipadukan dengan ritme pernapasan 4-7-8 yang berfokus pada durasi hembusan nafas lebih panjang.
“Tekan pelan sambil tarik napas empat hitungan, tahan tujuh detik, buang pelan delapan detik. Kombinasi ini diduga dorong tubuh ke mode istirahat lewat saraf vagus. Detak jantung turun, badan pelan-pelan rileks buat siap tidur,” papar dr. Cecep.
Menurutnya, durasi pengeluaran napas yang lebih panjang dibanding saat dihirup memegang peranan penting dalam mengaktifkan saraf vagus. Hal inilah yang mengirimkan sinyal kuat ke otak bahwa saatnya tubuh berhenti beraktivitas.
“Buang nafas yang lebih panjang dari tarikannya bikin saraf vagus aktif, detak jantung pelan-pelan turun. Makanya digabung, biar sinyal waktunya istirahat ke otak makin jelas,” tuturnya.
Selain stimulasi titik Anmian dan latihan pernapasan, kesiapan tubuh untuk tidur juga sangat dipengaruhi oleh kebiasaan serta gaya hidup sepanjang hari. Dokter Cecep membagikan lima langkah pendukung yang tak kalah penting untuk agar tubuh bisa masuk ke mode istirahat.
Pertama adalah berhenti mengkonsumsi kopi sejak sore dan mandi air hangat satu sampai dua jam sebelum tidur. Menghentikan konsumsi kopi sejak sore hari sangat disarankan agar kualitas tidur malam tidak terganggu. Sementara, mandi air hangat satu sampai dua jam sebelum beranjak tidur dapat membendung suhu panas tubuh melalui pelebaran pembuluh darah, yang disusul dengan penurunan suhu inti tubuh sebagai sinyal alami rasa kantuk.
“Stop kopi sore, kafein setara dua sampai tiga cangkir kopi yang diminum enam jam sebelum tidur aja masih motong lebih dari satu jam total tidur. Kalo tidur jam 10, kopi terakhir maksimal jam empat sore. Kedengeran kebalik ya? Habis mandi hangat, pembuluh darah melebar terus suhu inti tubuh malah turun, penurunan suhu ini yang jadi sinyal ngantuk. Kamar juga jangan panas,” ujar dr. Cecep.
Mematikan atau menjauhkan ponsel 30–60 menit sebelum tidur membantu hormon melatonin terproduksi secara optimal tanpa terganggu paparan cahaya biru (blue light). Selain itu, mengatur jarak antara makan berat dan waktu tidur dapat mencegah lambung bekerja terlalu keras serta menghindarkan dari risiko asam lambung naik.
“Cahaya layar bikin otak ngira hari masih siang, jadi melatonin (hormon kantuk) telat keluar. Taruh HP minimal 30-60 menit sebelum tidur. Makan berat mepet jam tidur bikin lambung kerja keras dan asam lambung gampang naik pas rebahan. Kasih jeda dua sampai tiga jam,” tuturnya.
Terakhir adalah mendapat matahari pagi, di mana paparan sinar matahari di pagi hari selama 10–15 menit menjadi penentu utama dalam mengatur ulang jam biologis (circadian rhythm) agar rasa kantuk datang tepat waktu di malam hari.
“Tidur malam ditentuin dari pagi. Kena matahari pagi 10-15 menit bantu nyetel jam biologis, jadi malamnya ngantuk lebih tepat waktu,” ucap dr. Cecep.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tingkat efektivitasnya bisa bervariasi pada setiap individu. Masyarakat juga diimbau untuk peka terhadap gangguan tidur yang berlangsung berlarut-larut.
“Efek tiap orang bisa beda, jadi coba dulu mana yang cocok. Kapan harus ke dokter? Kalo susah tidurnya udah lebih dari tiga bulan, ganggu aktivitas siang, atau kalian ngorok keras yang suka putus-putus jangan ditunda ya,” ucapnya.
(Agustina Wulandari )