Begini Cara 3 Jenama Ready-to-Wear Lokal Terapkan Sustainability Fashion

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Selasa 25 Oktober 2022 14:33 WIB
Ilustrasi Sustainable Fashion. (Foto: MPI)
Share :

Calla the Label


Founder Calla the Label Yeti Afriyani mengatakan bahwa sudah hampir 4 tahun jenamanya bekerja sama dengan Tencel Indonesia untuk membuat material dari serat alami. Ini bentuk tanggung jawabnya atas keberlanjutan.

"Salah satu bukti bahwa koleksi Calla the Label itu ramah lingkungan adalah, Anda bisa potong baju kami, lalu tanam di dalam tanah selama 90 hari. Kemudian digali dan Anda akan lihat kainnya sudah terurai," papar Yeti.

Tak hanya menggunakan serat alami, Calla the Label juga sudah mulai memakai material zero carbon. Ini sebagai bentuk nyata lainnya bahwa jenama tersebut bukan sekadar bikin koleksi printing, lalu jual, tapi tetap mempertimbangkan keberlanjutan.

"Kami lewat Calla the Label juga punya misi yaitu mengedukasi masyarakat bahwa pakai baju keren enggak harus mahal, tapi tetap punya responsibility terhadap lingkungan," kata Yeti.

MARYALLÉ


Desainer MARYALLÉ, Michelle Maryam, pun memastikan jenamanya menerapkan sustainability fashion, tentu dengan caranya sendiri.

"Kami menerapkan konsep satu fabric bisa dipakai untuk pembuatan beberapa artikel, misal bahan celana jeans ada yang kelebihan, kami olah fabric sisa tersebut untuk membuat top misalnya," katanya.

"Kami juga memutuskan untuk memilih fabric yang high quality, sehingga satu piece itu bisa last forever," tambah Michelle.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya