Sementara itu, Afriandi, selaku Ketua Pesona Alam Lombok, mengharapkan ke depannya pihaknya bisa mengembangkan lebih jauh soal produksi tenun Lomboknya. Ya, bukan hanya menggunakan pewarna alami, tetapi akan menerapkan katun asli Indonesia sebagai bahan dasar kain tenunnya.
"Hingga saat ini benang katun yang kamu pakai masih import, karena kalau pakai katun asli Indonesia terlalu tipis untuk ditenun. Meski begitu, kami masih punya harapan bahwa dengan melakukan upaya penanaman pohon kapuk sehingga semua produk yang kami pakai adalah lokal Indonesia 100%," ungkapnya.
"Dengan kolaborasi dengan KADIN dan APPMI ini, kami juga merasa terhormat dan bangga sekali, pemerintah memberi peluang kepada kami untuk semakin maju dan memberi kesempatan pada kami untuk terus menghasilkan produk berkualitas yang melibatkan perempuan-perempuan daerah," tambah Afriandi.
(Helmi Ade Saputra)