Sementara itu, aspek Impressive dan Smart berkaitan dengan wawasan serta kemampuan para finalis untuk terus mengembangkan diri. Liliana menekankan bahwa proses belajar tidak berhenti ketika seseorang mencapai usia tertentu atau meraih sebuah pencapaian.
“Jadi menurut saya, pembelajaran itu terus-menerus di dalam kehidupan kita. Kita tidak pernah berhenti belajar, karena ilmu itu terus bertambah, dan teknologi itu terus bertambah,” tuturnya.
Di antara berbagai aspek penilaian, Liliana Tanoesoedibjo juga memberikan perhatian khusus pada kepedulian sosial. Menurutnya, seorang Miss Indonesia harus memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar memenangkan kompetisi kecantikan.
Ia mengaitkan nilai tersebut dengan konsep Beauty with a Purpose, yakni kecantikan yang disertai tujuan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Nah, selain itu juga kalian juga dibekali dengan kepedulian sosial. Itu yang paling penting di Miss Indonesia, karena nilai kepedulian itu sangat relate dengan Beauty with a Purpose,” jelasnya.
Melalui konsep tersebut, para finalis diharapkan mampu menggunakan kesempatan dan pengaruh yang mereka miliki untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Gelar Miss Indonesia nantinya bukan hanya menjadi pengakuan atas penampilan atau kemampuan personal, melainkan juga tanggung jawab untuk membawa dampak positif.