Lemak viseral yang berada di sekitar organ tubuh memiliki aktivitas biologis yang lebih tinggi dibandingkan lemak di bagian tubuh lainnya. Lemak ini bisa menghasilkan zat pemicu peradangan, meningkatkan resistensi insulin, serta memengaruhi produksi estrogen.
Risiko tersebut menjadi lebih penting diperhatikan setelah menopause. Pada masa ini, jaringan lemak menjadi salah satu sumber utama estrogen. Peningkatan estrogen dapat mendorong perkembangan kanker payudara yang sensitif terhadap hormon tersebut.
Karena itu, ukuran lingkar pinggang juga bisa menjadi salah satu indikator kesehatan metabolik. Penumpukan lemak di area tersebut menandakan adanya peradangan kronis dan gangguan metabolisme.
Perubahan gaya hidup memang tak bisa menghilangkan risiko kanker payudara sepenuhnya. Namun, kebiasaan sehat dapat membantu menurunkannya.
Tidur yang cukup dan berkualitas diyakini bisa menjaga ritme sirkadian, kadar melatonin, serta fungsi sistem kekebalan tubuh. Mengelola stres juga penting karena stres berkepanjangan bisa meningkatkan kadar kortisol dan memicu peradangan serta gangguan keseimbangan hormon.