NAMA Daniel Marthin tengah menjadi sorotan setelah sukses meraih dua medali emas pada Asian Games 2026. Bersama Leo Rolly Carnando, Daniel menjadi bagian dari tim bulu tangkis Indonesia yang merebut emas beregu putra, sebelum kembali berdiri di podium tertinggi melalui nomor ganda putra.
Pencapaian tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan karier pebulu tangkis kelahiran Jakarta itu. Terlebih, Daniel pernah menghadapi masalah penglihatan yang cukup mengganggu aktivitasnya sebagai atlet.

Daniel bersama Leo Rolly Carnando sukses menyumbangkan poin penting ketika Indonesia menghadapi China pada final beregu putra Asian Games 2026. Indonesia akhirnya menang 3-2 dan merebut medali emas.
Beberapa hari kemudian, Leo/Daniel kembali tampil pada final nomor ganda putra. Mereka menghadapi pasangan China Liang Wei Keng/Wang Chang pada 29 September 2026.
Sempat kehilangan gim pertama dengan skor 19-21, Leo/Daniel mampu bangkit dan memenangkan dua gim berikutnya 21-13 dan 21-18. Kemenangan tersebut memastikan emas kedua bagi Daniel di Asian Games 2026.
Di balik pencapaiannya, Daniel pernah menghadapi persoalan kesehatan mata menjelang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2023. Pada Agustus 2023, Daniel mengungkapkan bahwa penglihatannya terganggu akibat masalah minus dan silinder pada kedua mata.
Kondisi tersebut sebenarnya telah dirasakan sekitar dua tahun sebelumnya. Namun, masalah mata yang dialami Daniel semakin mengganggu menjelang kejuaraan dunia.
Kala itu, Daniel menyebut mata kanannya mengalami silinder empat dan minus 4,5. Sementara itu, mata kirinya mengalami silinder dua dan minus dua.
Gangguan tersebut membuat penglihatannya menjadi buram, terutama ketika salah satu mata ditutup. Kondisi pencahayaan di lapangan juga membuatnya semakin tidak nyaman karena cahaya lampu terasa menyilaukan.

Daniel sempat mempertimbangkan operasi LASIK sebagai salah satu solusi untuk mengatasi gangguan penglihatannya. Namun, berdasarkan pemeriksaan dokter, ia tidak dapat menjalani prosedur tersebut karena kondisi korneanya.
Sebagai alternatif, Daniel kemudian direncanakan menggunakan lensa kontak khusus. Saat itu, lensa yang tersedia bahkan belum sepenuhnya sesuai dengan ukuran minus dan silinder yang dimilikinya.
Persoalan tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Daniel yang harus tetap menjaga performa sebagai atlet profesional. Meski demikian, ia tetap menjalani persiapan untuk menghadapi Kejuaraan Dunia 2023.
Daniel Marthin lahir di Jakarta pada 31 Juli 2001. Berdasarkan profil resmi PBSI, ia mulai bermain bulu tangkis ketika berusia tujuh tahun.
Daniel kemudian berkembang melalui pembinaan klub sebelum masuk Pelatnas PBSI pada 2017. Daniel kemudian membangun karier bersama Leo Rolly Carnando. Keduanya dikenal sebagai salah satu pasangan ganda putra Indonesia yang memiliki kemampuan menyerang dan permainan cepat.
Perjalanan Daniel dan Leo sempat mengalami perubahan pasangan. Namun, keduanya kembali dipasangkan dan mampu menunjukkan performa positif sepanjang 2026.
Di Asian Games 2026, kerja sama tersebut menghasilkan pencapaian besar. Selain membantu Indonesia meraih emas beregu putra, Leo/Daniel juga sukses merebut emas ganda putra.
Dua medali emas tersebut menjadi gambaran perjalanan panjang Daniel sebagai atlet. Pernah menghadapi gangguan penglihatan yang cukup berat pada 2023, ia kini berhasil mencapai salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya di panggung Asian Games.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.