IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan bahwa kasus Influeza A bukan hanya terjadi di Indonesia. Peningkatan kasus juga terjadi di beberapa negara lain, khususnya yang termasuk ke dalam wilayah WHO WPRO (Western Pacific Regional Office).
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi penyakit Tropik IDAI, Prof DR Dr Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K) dalam konferensi pers IDAI secara daring, Jumat 18 September 2026. Ia mengatakan, hingga 10 September 2026, kasus Influenza tipe A menjadi virus dengan lonjakan yang paling tinggi.

“Bilamana kita bandingkan antara September 2026 dengan September 2025, memang itu ada peningkatan di wilayah WHO WPRO. Kemudian yang mana ini yang meningkat? Ternyata yang paling tinggi memang secara keseluruhan adalah influenza A. Jadi pelaporan situation report ini adalah sampai 10 September 2026,” kata Anggraini.
Menurut data laporan yang dipaparkan, peningkatan signifikan terjadi di sejumlah negara tetangga. Seperti Vietnam yang mengalami peningkatan dari 7 persen menjadi 20 persen, Brunei Darussalam dari 12 persen ke 28 persen, serta Malaysia yang berada di kisaran 19 persen hingga 20 persen.
Sementara Singapura, mencatatkan lonjakan tertinggi dengan tingkat positivitas flu berfluktuasi antara 24 persen hingga 37 persen. Meningkatkan kasus Influenza A di Singapura ini sendiri wajib diwaspadai karena bisa menjadi salah satu faktor penularan khususnya dalam aktivitas perjalanan internasional.
“Yang banget-banget meningkat di area WHO WPRO itu adalah Singapura. Nah, kita tahu kalau Indonesia dengan transportasi terutama orang-orang yang bekerja perkotaan memerlukan perjalanan internasional, ketemuan di Singapura ini, Singapura itu mengalami lonjakan hingga 37% untuk flu-nya,” jelas dia.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Berbeda dengan negara-negara tetangga, grafik perkembangan kasus di Indonesia saat ini berada dalam level relatif stabil. Kementerian Kesehatan RI mengonfirmasi belum ada lonjakan kasus yang signifikan di dalam negeri.
Berdasarkan data yang dipaparkan Anggraini, hingga per 30 Agustus 2026, peningkatan kasus Influenza A di Indonesia hanya mencapai sekitar 20 persen menyusul kenaikan secara bertahap sejak Juni hingga Juli dari kisaran angka 15 persen.
“Memang dibandingkan September 2026 dengan September tahun lalu, kita tidak melihat adanya suatu lonjakan tinggi sebagaimana yang diperlihatkan oleh negara tetangga kita,” ungkap Anggraini.
Meski belum terjadi peningkatan yang cukup signifikan di Indonesia, masyarakat tetap diimbau agar waspada mengingat resiko peningkatan kasus bisa terjadi melalui lalu lintas udara dan perjalanan internasional seperti berkumpulnya masyarakat di bandara.
“Namun artinya, kewaspadaan sangat perlu. Karena kalau tetangga-tetangga kita, tempat berkumpul bandara tinggi, tentunya ini bisa berisiko mengalami peningkatan kasus,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.