Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak Kena Influenza A, Ini 4 Langkah Penting agar Keluarga Tak Ikut Tertular

Djanti Virantika , Jurnalis-Jum'at, 18 September 2026 |16:05 WIB
Anak Kena Influenza A, Ini 4 Langkah Penting agar Keluarga Tak Ikut Tertular
Influenza. (Foto: Freepik)
A
A
A

KASUS influenza A kembali meningkat belakangan ini. Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya orangtua, perlu lebih memperhatikan upaya pencegahan penularan ketika anak mulai menunjukkan gejala, seperti demam, tubuh terasa tidak nyaman, hingga lebih sering menangis.

Berdasarkan pemantauan Kementerian Kesehatan, proporsi influenza yang terdeteksi sempat mengalami peningkatan dalam beberapa pekan. Pada salah satu periode pemantauan, sebagian besar virus influenza yang teridentifikasi merupakan influenza A, termasuk subtipe A(H3N2) dan A(H1N1)pdm09.

Influenza sendiri dapat menular melalui saluran pernapasan. Karena itu, ketika seorang anak mulai mengalami gejala atau telah terkonfirmasi influenza, orangtua perlu melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi risiko penularan kepada anggota keluarga lain.

Dokter Spesialis Anak dari Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Yogi Prawira, Sp.A, Subsp.ETIA(K), dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone mengungkap ada 4 langkah penting yang bisa dilakukan. Apa saja?

1. Gunakan Masker di Rumah

dr. Yogi menyarankan anggota keluarga yang tinggal serumah dengan anak yang telah terkonfirmasi influenza untuk menggunakan masker. Terutama, ketika berada dekat dengan anak yang sedang sakit.

Penggunaan masker menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan droplet. Selain itu, partikel pernapasan yang dapat membawa virus juga bisa dihindari.

“Jadi pintu masuknya seringkali kan dari saluran pernapasan ya sehingga sebisa mungkin anak besar, orang dewasa yang tinggal serumah dengan anak yang memang sudah confirm influenza itu menggunakan masker,” ujar dr. Yogi.

2. Pisahkan Tempat Tidur Jika Memungkinkan

Selain menggunakan masker, anak yang sedang sakit sebaiknya memiliki ruang terpisah apabila kondisi rumah memungkinkan.

Pemisahan tempat tidur dapat membantu mengurangi kontak dekat, terutama pada malam hari ketika anggota keluarga berada dalam satu ruangan untuk waktu yang cukup lama. Keluarga juga dianjurkan tidak berbagi peralatan makan dengan anak yang sedang sakit.

“Nah kemudian, kalau memungkinkan, kalau ruangannya ada dan anaknya memang bisa dipisahkan, maka tidurnya tentu dipisahkan,” jelas dr. Yogi.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement