Aksi nyata Audrey terwujud dalam dua fokus utama. Pertama, ia bersama warga mendirikan sebuah aula serbaguna yang dirancang menjadi pusat interaksi sosial, pendidikan, serta berbagai kegiatan komunitas. Kedua, ia menghadirkan akses energi ramah lingkungan dengan memasang 38 unit panel surya (solar panel) di rumah-rumah warga.
Audrey menyebut, program Beauty With A Purpose dirinya yang berfokus pada energi terbarukan itu diambil dari keresahan energi yang semakin terbatas di tengah zaman yang terus berkembang. Ia beranggapan bahwa keberlanjutan energi bukan hanya bermanfaat bagi dunia namun juga masyarakat di desa-desa.
“Karena udah di tahun 2026, energi semakin limited, kita tidak punya energi tanpa batas. Dan sebagai lulusan ilmu politik, saya sangat menekan sekali sustainable energy karena saya tidak hanya beranggapan bahwa hal ini bermanfaat bagi dunia, tetapi juga membantu penduduk desa dan banyak orang lainnya karena sustainable energy apalagi dalam bentuk panel surya, itu lebih hemat dan lebih berkelanjutan menurut saya,” ucap Audrey.
Di balik kesiapan dan kilau pesonanya sebelum melangkah ke pesawat, Audrey menyimpan banyak cerita emosional selama masa persiapan. Masih dalam sesi yang sama sebelum keberangkatannya beberapa waktu lalu, ia menuturkan bahwa perjalanan panjang selama lebih dari satu tahun menuju panggung internasional tidak dilaluinya seorang diri.
Sang mama menjadi sosok sentral tempatnya menumpahkan segala keluh kesah, keraguan, hingga asa yang ia simpan. Audrey mengungkapkan betapa pentingnya peran sang ibu yang selalu menjadi tempatnya bersandar selama masa gemblengan fisik dan mental yang menguras energi.
"Jadi dalam persiapan hampir 13 bulan ini untuk menuju Miss World, tentu saja saya banyak sekali curhat ke mama. Karena mama merupakan tokoh utama saya dalam hidup saya. So, mau itu good things or bad things, I always tell her everything," ujar Audrey saat diwawancarai di Bandara Internasional Soekarno Hatta.