Jika abu masuk ke mata dan menyebabkan gatal atau iritasi, masyarakat diminta tidak menguceknya. Mata dapat dibersihkan menggunakan air dan warga dapat segera mendatangi puskesmas apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Budi mengatakan obat tetes mata juga telah disiapkan di puskesmas.
“Semua Puskesmas sudah kita kasih obat tetes mata,” kata Budi.
Paparan abu vulkanik juga dapat menimbulkan keluhan pada kulit. Masyarakat yang mengalami gatal-gatal atau merasa tidak nyaman pada kulit setelah terpapar abu dapat memeriksakan diri ke puskesmas.
Kemenkes juga akan menyuplai salep kulit ke puskesmas untuk menangani keluhan tersebut. Budi mengingatkan masyarakat yang baru kembali dari luar rumah agar segera membersihkan tubuh menggunakan air.
Proses membersihkan abu dari kulit perlu dilakukan secara hati-hati karena kemungkinan terdapat partikel yang tajam.