Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kebakaran Hutan Kalimantan, Menkes: Pakai Masker dan Pantau Kualitas Udara untuk Cegah Dampak Asap

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Sabtu, 22 Agustus 2026 |12:50 WIB
Kebakaran Hutan Kalimantan, Menkes: Pakai Masker dan Pantau Kualitas Udara untuk Cegah Dampak Asap
Kebakaran Hutan Kalimantan, Menkes: Pakai Masker dan Pantau Kualitas Udara untuk Cegah Dampak Asap (Foto: Kemenkes)
A
A
A

JAKARTA - Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat meningkatkan paparan partikel halus yang berisiko mengganggu kesehatan pernapasan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk mengenakan masker, memantau kualitas udara, dan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.

Salah satu polutan yang menjadi perhatian adalah PM2,5. Partikel berukuran sangat kecil ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan sehingga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2.5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA," kata Budi.

Menurut Budi, PM2,5 merupakan partikel udara dengan diameter kurang dari 2,5 mikrometer yang dapat terhirup hingga bagian dalam paru-paru. Paparan asap karhutla juga dapat memicu sejumlah keluhan, seperti iritasi mata, tenggorokan terasa gatal, batuk, hingga sesak napas.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian lebih bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma atau penyakit paru.

Wajib Penggunaan Masker

Karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat ketika kualitas udara memburuk. Warga juga dianjurkan mengurangi kegiatan di luar rumah, terutama ketika konsentrasi polutan di udara meningkat.

Selain menggunakan masker, masyarakat diminta rutin memantau kualitas udara melalui sumber atau aplikasi resmi. Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan sebelum memutuskan melakukan aktivitas di luar ruangan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement