Namun, penekanan titik saraf ini tidak berdiri sendiri. Agar hasilnya maksimal, teknik pemijatan lembut tersebut perlu dipadukan dengan ritme pernapasan 4-7-8 yang berfokus pada durasi hembusan nafas lebih panjang.
“Tekan pelan sambil tarik napas empat hitungan, tahan tujuh detik, buang pelan delapan detik. Kombinasi ini diduga dorong tubuh ke mode istirahat lewat saraf vagus. Detak jantung turun, badan pelan-pelan rileks buat siap tidur,” papar dr. Cecep.
Menurutnya, durasi pengeluaran napas yang lebih panjang dibanding saat dihirup memegang peranan penting dalam mengaktifkan saraf vagus. Hal inilah yang mengirimkan sinyal kuat ke otak bahwa saatnya tubuh berhenti beraktivitas.
“Buang nafas yang lebih panjang dari tarikannya bikin saraf vagus aktif, detak jantung pelan-pelan turun. Makanya digabung, biar sinyal waktunya istirahat ke otak makin jelas,” tuturnya.
Selain stimulasi titik Anmian dan latihan pernapasan, kesiapan tubuh untuk tidur juga sangat dipengaruhi oleh kebiasaan serta gaya hidup sepanjang hari. Dokter Cecep membagikan lima langkah pendukung yang tak kalah penting untuk agar tubuh bisa masuk ke mode istirahat.