Tak hanya itu, Gisel juga memilih menjelaskan akibat dan konsekuensi dari sebuah tindakan dibandingkan sekadar melarang. Ia mencontohkan saat membahas aktivitas di internet atau permainan yang dinilai tidak sesuai untuk anak.
"Terus juga dikasih tahu akibatnya, konsekuensinya seandainya keterusan misalnya browse something yang salah atau main game yang enggak oke, itu konsekuensinya apa," ujarnya.
Agar lebih mudah dipahami, Gisel berusaha menggunakan bahasa yang sederhana dan dekat dengan keseharian Gempi. Bahkan, ia kerap memberikan contoh nyata yang mereka kenal bersama.
Dengan cara tersebut, Gisel berharap Gempi dapat memahami dampak dari setiap tindakan sekaligus tetap merasa aman untuk terbuka kepada orang tuanya, termasuk ketika melakukan kesalahan.
"Itu sebisa mungkin aku jelasin pakai kalimat yang dia mengerti. Sometimes kalau bisa ada contoh, akan lebih baik. Jadi dia bisa membayangkan," kata Gisel.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.