JAKARTA – Banyak orang percaya bahwa memperbanyak minum air putih merupakan cara terbaik untuk menjaga kulit tetap lembap. Namun, dokter mengingatkan bahwa kelembapan kulit tidak hanya ditentukan oleh asupan cairan, melainkan juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti suhu, kelembapan udara, dan angin.
Cuaca panas memang sering dikaitkan dengan berbagai masalah kulit, mulai dari kulit kering hingga kusam. Karena itu, banyak orang memilih memperbanyak konsumsi air putih dengan harapan kulit tetap terhidrasi dan sehat.
Namun, anggapan bahwa minum banyak air putih otomatis membuat kulit selalu lembap ternyata tidak sepenuhnya benar. Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, menjelaskan bahwa kondisi kulit sangat dipengaruhi oleh kelembapan udara (humidity) dan lingkungan sekitar. Hal itu disampaikannya dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya.
"Kulit lembap atau tidaknya kulit itu sangat tergantung dengan situasi udara luar. Kalau lihat di HP, baik Android maupun iPhone, ada informasi humidity dan suhu. Kalau humidity-nya di atas 80 persen, berarti udara mengandung banyak uap air. Jadinya gerah, cepat berminyak, berkeringat, dan keringat sulit menguap," kata dr. Tirta.
Sebaliknya, ketika kelembapan udara rendah, kulit cenderung terasa lebih kering karena kandungan uap air di udara berkurang. Menurut dr. Tirta, kondisi tersebut membuat kulit lebih mudah kehilangan kelembapan alaminya.
"Tapi kalau kelembapannya di bawah 50 persen, udaranya kering, otomatis kulit kita juga ikut kering. Jadi, kondisi kulit sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, mulai dari temperatur, humidity, sampai angin," tambahnya.
Meski demikian, dr. Tirta tidak menampik bahwa dehidrasi juga dapat menyebabkan kulit menjadi sangat kering. Ia membagikan cara sederhana untuk mengenali tanda-tanda dehidrasi, yaitu dengan menekan permukaan kuku.
Jika warna kemerahan pada kuku tidak kembali dalam waktu sekitar tiga detik setelah tekanan dilepas, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda tubuh mengalami dehidrasi.
"Apakah dehidrasi bisa menyebabkan kulit jadi keriput? Betul. Dehidrasi bisa menyebabkan kulit menjadi sangat kering. Cara mengeceknya, kuku dipencet. Kalau warna merahnya enggak kembali dalam tiga detik, situasinya berarti dehidrasi," jelas dr. Tirta.
Ia juga menegaskan bahwa menjaga hidrasi tubuh saat cuaca panas atau udara kering tidak cukup hanya dengan minum air putih. Tubuh juga membutuhkan asupan elektrolit agar keseimbangan cairan tetap terjaga.
"Kalau kamu minum air putih tapi kelembapan udara luar sangat kering, ya kulit tetap bisa kering. Minumnya bukan hanya air putih, tetapi juga minuman yang mengandung elektrolit. Jadi harus seimbang. Kalau air putih saja, kelebihannya akan dikeluarkan tubuh lewat urine," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.