JAKARTA - Menjaga kesehatan kulit kini tidak lagi sekadar soal penampilan, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup, terutama bagi generasi muda dengan aktivitas yang padat dan paparan digital yang tinggi. Polusi, penggunaan perangkat elektronik, hingga lingkungan ber-AC seringkali tanpa disadari turut memengaruhi kondisi kulit, mulai dari berkurangnya kelembapan hingga elastisitas.
Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya perawatan dari dalam, konsumsi kolagen menjadi salah satu pendekatan yang semakin banyak dilirik. Salah satu metode yang mulai populer adalah 14-day collagen challenge, yaitu kebiasaan mengonsumsi kolagen secara rutin selama dua minggu sebagai langkah awal membangun rutinitas perawatan kulit.
Pendekatan ini bukan tanpa dasar. Beberapa studi menunjukkan bahwa suplementasi kolagen dalam rentang waktu 2 hingga 4 minggu dapat membantu meningkatkan hidrasi kulit sebagai tahap awal perbaikan. Pada minggu pertama, kulit umumnya mulai terasa lebih lembap. Sementara memasuki minggu kedua, dukungan terhadap elastisitas kulit mulai terasa, meskipun perubahan visual terjadi secara bertahap.
Penelitian lain yang melibatkan lebih dari seribu partisipan juga menunjukkan bahwa konsumsi kolagen secara konsisten dapat berkontribusi pada peningkatan kelembapan, elastisitas, hingga membantu menyamarkan tanda-tanda penuaan seperti garis halus.
Selain kolagen, vitamin C juga memiliki peran penting dalam proses ini. Tidak hanya membantu sintesis kolagen, vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi kulit dari paparan sinar UV dan polusi, sekaligus mendukung tampilan kulit yang lebih cerah.