Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tren Balik ke Masa Lalu, Gen Z Kini Gemar Pakai Earphone Kabel Lagi daripada TWS

Niko Prayoga , Jurnalis-Minggu, 19 Juli 2026 |07:05 WIB
Tren Balik ke Masa Lalu, Gen Z Kini Gemar Pakai Earphone Kabel Lagi daripada TWS
Earphone. (Foto: Freepik)
A
A
A

2. Lonjakan Sampah

KUIS : Siapa Pencipta Earphone?

Alih-alih radiasi, Bang Sap justru menyoroti ancaman nyata yang luput dari perhatian: lonjakan sampah elektronik (e-waste). TWS yang ditinggalkan begitu saja berpotensi menjadi bom waktu bagi lingkungan.

Apalagi, TWS dirancang sebagai perangkat yang sepenuhnya dilem rapat. Jika terjadi kerusakan komponen atau penurunan performa baterai, perangkat ini hampir mustahil diperbaiki dan akhirnya dibuang.

“TWS itu perangkat yang hampir seluruhnya dilem, enggak bisa dibuka. Dengan baterai lithium-ion mungil di dalamnya yang enggak bisa diganti. Begitu baterainya habis atau rusak, seluruh perangkatnya langsung dibuang, dan nyaris enggak ada fasilitas daur ulang yang siap menangkapnya,” ungkap Bang Sap.

Jika dibiarkan, fenomena ini akan memperpanjang daftar hitam masalah sampah elektronik di tanah air. Sebagai gambaran, pada 2023 lalu, sampah elektronik di Indonesia sudah menembus angka 2,1 juta ton dan diproyeksikan melonjak hingga 4,4 juta ton pada 2030 mendatang.

Ironisnya, kandungan kimia di dalam limbah elektronik ini jauh lebih beracun ketimbang gelombang radio yang ditakuti masyarakat.

“Terbesar di Asia Tenggara dan cuma 17 persen yang dikelola dengan benar. Sisanya dibakar atau dibuang. Padahal sampah elektronik tadi mengandung timbal dan merkuri yang justru terbukti jauh lebih berbahaya dibanding gelombang bluetooth,” tutur dia.

Oleh karena itu, Bang Sap menyarankan para pengguna TWS yang mulai beralih ke earphone kabel untuk tidak membuang perangkat lama mereka ke tempat sampah domestik.

“Jangan buang TWS lama ke tempat sampah biasa. Kumpulin satu wadah sekalian HP mati dan kabel rusak. Lalu antar ke dropbox e-waste terdekat. Dinas Lingkungan Hidup DKI udah nyediain titik di halte TransJakarta sampai stasiun KRL, bahkan ada jemput gratisnya,” beber Bang Sap.

“Jadi yang bikin keputusanmu bener atau enggak bukan ketakutan radiasi yang belum pasti, tapi juga kemana perginya TWS yang enggak mau kamu tinggalin. Percuma takut radiasi kalau yang lama malah numpuk di laci terus dibuang sembarangan,” pungkas dia.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement