Makanan kaleng seperti sup atau sayuran memang praktis dan murah. Tapi, biasanya makanan ini sangat tinggi natrium karena menggunakan garam sebagai pengawet. Kalau terpaksa beli, pilih yang berlabel "rendah natrium". Trik lainnya, cuci dan bilas dulu isi kalengnya (seperti kacang atau tuna) untuk membuang banyak kandungan garamnya.
Biasanya orang sehat disarankan makan roti gandum utuh daripada roti tawar putih. Tapi buat penderita penyakit ginjal, kebalikannya yang berlaku. Roti gandum utuh punya kandungan kalium dan fosfor yang lebih tinggi dibandingkan roti tawar biasa. Jangan lupa untuk selalu cek label kemasan dan pilih yang natriumnya lebih rendah.
Sama seperti roti gandum, nasi merah juga lebih tinggi fosfor dan kalium dibandingkan nasi putih. Jadi, porsinya harus dikontrol dengan baik kalau kamu mau memakannya. Alternatif lain yang lebih ramah ginjal adalah nasi putih, bulgur, buckwheat (soba), atau couscous.
Pisang itu terkenal banget dengan kandungan kaliumnya. Satu buah pisang ukuran sedang saja bisa menyumbang 422 mg kalium. Mengingat kalium perlu dibatasi pada diet ginjal, lebih baik ganti pisang dengan nanas yang kadar kaliumnya jauh lebih rendah, tapi rasanya tidak kalah enak.
Susu dan produk olahannya (seperti keju dan yoghurt) memang kaya kalsium dan protein, tapi juga tinggi fosfor dan kalium. Kalau fosfor terlalu banyak menumpuk di darah, tubuh malah akan menarik kalsium dari tulang. Ujung-ujungnya, tulang bisa jadi rapuh. Kalau butuh susu, kamu bisa coba alternatif seperti susu almond atau susu beras yang belum diperkaya (unenriched).