Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alyssa dan Al Ghazali Memilih Tak Pakai Baby Sitter, Ini Pentingnya Bonding Orangtua dan Anak

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Senin, 18 Mei 2026 |17:14 WIB
Alyssa dan Al Ghazali Memilih Tak Pakai Baby Sitter, Ini Pentingnya Bonding Orangtua dan Anak
Alyssa dan Al Ghazali Memilih Tak Pakai Baby Sitter, Ini Pentingnya Bonding Orangtua dan Anak (Foto: Instagram)
A
A
A

JAKARTA - Alyssa Daguise dan Al Ghazali memilih untuk mengurus langsung anak pertama mereka, Soleil Zephora Ghazali, tanpa bantuan baby sitter. Keputusan itu diambil agar keduanya dapat membangun ikatan emosional yang kuat dengan sang buah hati sejak dini.

Menurut Al, keputusan tersebut berasal dari keinginan Alyssa yang ingin fokus merawat anak mereka sendiri. Ia pun mendukung penuh pilihan sang istri.

“Baby sitter kita nggak pakai. Alyssa nggak mau pakai. Biar bonding-nya kuat,” tegas Al Ghazali di kawasan Jakarta Selatan belum lama ini.

Karena itu, Al menyadari dirinya dan Alyssa harus berbagi tugas dalam menjaga sang bayi. Ia bahkan mengaku siap mengambil jadwal menjaga anak pada malam hari karena memang terbiasa begadang.

“Kebetulan aku juga orang yang suka begadang, jadi aku manfaatin begadang. Jadi mungkin shift-shift-an. Pagi sampai sore Alyssa, aku bagian malam,” kata Al.

Pentingnya Bonding dengan Anak

Ayah merupakan sosok penting dalam tumbuh kembang anak. Kehadiran dan kasih sayang seorang ayah memberikan dampak besar bagi kehidupan anak. Berikut beberapa manfaat bonding antara orangtua dan anak:

1. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Anak yang merasa didengarkan dan didukung oleh ayahnya akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Dukungan tersebut membuat anak merasa dihargai dan yakin dengan kemampuannya sendiri.

Pujian dan penguatan positif dari ayah juga membantu anak merasa diakui atas pencapaiannya, sekecil apa pun itu.

2. Membantu Kecerdasan Emosional

Bonding yang kuat dengan ayah membantu anak mengembangkan empati dan kemampuan memahami perasaan orang lain.

Selain itu, ayah juga berperan penting dalam mengajarkan anak mengelola emosi, seperti mengendalikan amarah atau menghadapi kecemasan dengan cara yang sehat.

3. Mendukung Prestasi Akademik

Penelitian menunjukkan anak yang memiliki hubungan baik dengan ayah cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik.

Kehadiran ayah yang terlibat dalam proses belajar dapat menjadi motivasi besar bagi anak. Anak juga lebih terlatih berpikir kritis dan memecahkan masalah melalui interaksi sehari-hari dengan ayah.

4. Membentuk Perilaku Sosial yang Positif

Anak yang dekat dengan ayah biasanya lebih mudah bergaul, percaya diri, dan memiliki kemampuan sosial yang baik.

Melalui aktivitas bersama, anak belajar pentingnya kerja sama, berbagi, menghargai pendapat orang lain, dan membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan sekitarnya.

5. Mengurangi Risiko Gangguan Mental

Kehadiran dan kasih sayang ayah juga dapat membantu anak terhindar dari gangguan mental di masa depan.

Khusus pada anak perempuan, kedekatan dengan ayah dipercaya membantu membangun rasa percaya diri yang lebih baik. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan hubungan yang kuat antara ayah dan anak dapat membantu anak lebih mampu mengelola stres saat dewasa nanti.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement