JAKARTA - Liburan tak hanya menjadi momen untuk melepas penat, tetapi juga disebut memiliki dampak positif bagi kesehatan mental. Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa waktu istirahat yang diisi dengan liburan dapat membantu menurunkan stres hingga mengurangi risiko burnout.
Hal ini dijelaskan oleh dokter sekaligus content creator kesehatan, Adam Prabata. Melalui cuitannya di X @AdamPrabata, ia mengaku terkejut setelah mengetahui hasil penelitian yang membahas hubungan antara liburan dan kondisi mental seseorang.
“Gua kaget pas tahu bahwa ternyata liburan bisa bermanfaat untuk kesehatan,” tulis Adam Prabata dalam unggahannya.
Dokter Adam menjelaskan bahwa penelitian tersebut melibatkan sekitar 200 orang yang dipantau selama satu tahun. Penelitian itu melihat durasi dan frekuensi liburan para partisipan.
Data tersebut kemudian dibandingkan dengan kondisi mental mereka, mulai dari tingkat stres, burnout, hingga well-being secara keseluruhan. Hasilnya, liburan terbukti memberikan dampak positif bagi kesehatan mental.
Mulai dari menurunkan stres, mengurangi risiko burnout, meningkatkan kualitas hidup, hingga membuat kondisi psikologis seseorang menjadi lebih baik. Tak hanya itu, dr. Adam juga membagikan durasi dan frekuensi liburan yang dinilai paling optimal berdasarkan penelitian tersebut.
Durasi liburan yang paling optimal disebut berada pada rentang satu hingga dua minggu dengan frekuensi tiga sampai empat kali dalam setahun.