Dari segi fisik, ikan ini memiliki ciri khas berupa tubuh yang dilapisi semacam pelindung keras berwarna abu-abu kehitaman. Struktur tersebut berfungsi sebagai perlindungan dari predator. Selain itu, carachama juga dikenal mampu bertahan di kondisi lingkungan yang berubah, termasuk saat musim kemarau.
Di Peru, ikan ini tidak hanya diolah menjadi sup seperti chilcano atau timbuche, tetapi juga dimasak dengan metode tradisional seperti patarascha, yakni dibungkus daun dan dipanggang dengan bumbu khas hutan Amazon.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, populasi carachama mulai terancam. Faktor seperti pencemaran sungai dan praktik penangkapan ikan yang tidak terkendali menjadi penyebab utama menurunnya jumlah spesies ini di alam.
Fenomena ini menunjukkan bahwa persepsi terhadap suatu jenis ikan bisa berbeda di tiap wilayah. Jika di satu tempat dianggap tidak bernilai, di tempat lain justru menjadi bagian penting dari budaya dan sumber pangan masyarakat.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.