JAKARTA – Membangun kehidupan seksual yang harmonis tidak selalu berjalan mulus, terutama bagi pasangan yang baru menikah. Rasa malu, takut ditolak, hingga padatnya aktivitas sehari-hari sering kali membuat momen intim sulit dimulai, meski kedua pasangan sama-sama menginginkannya.
Berdasarkan penelitian, sekitar seperempat orang dewasa berhubungan seksual setidaknya sekali dalam sepekan. Namun, frekuensi tersebut cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Bahkan, hampir 20 persen individu berusia 40–44 tahun mengaku tidak lagi melakukan hubungan intim, seperti dikutip dari Womenhealthmag.
Psikoterapis seks dan hubungan, Kate Moyle, menjelaskan bahwa persoalan utama bukan selalu karena hilangnya gairah, melainkan karena banyak pasangan belum mengetahui cara memulai keintiman dengan nyaman.
Menurut Moyle, hambatan untuk memulai hubungan seksual bisa berasal dari berbagai hal. Kondisi seperti waktu yang kurang tepat, suasana yang tidak mendukung, hingga kelelahan setelah beraktivitas dapat mengurangi keinginan untuk berhubungan intim.
Selain faktor situasional, kondisi psikologis seperti kurang percaya diri, stres, rasa cemas, atau sulit fokus juga dapat memengaruhi hasrat seksual. Dalam hubungan, rasa takut ditolak atau tidak merasa aman dengan pasangan juga kerap membuat seseorang memilih memendam keinginannya.
Padahal, kondisi tersebut tidak selalu berarti gairah seksual telah hilang. Sering kali, seseorang hanya belum memahami bagaimana mengenali dan mengungkapkan keinginannya kepada pasangan.