Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ikan Sapu-Sapu Ternyata Dikonsumsi Warga Amazon, Diolah Jadi Sup Tradisional

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Senin, 20 April 2026 |19:38 WIB
Ikan Sapu-Sapu Ternyata Dikonsumsi Warga Amazon, Diolah Jadi Sup Tradisional
Ikan Sapu-Sapu Ternyata Dikonsumsi Warga Amazon, Diolah Jadi Sup Tradisional (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA Ikan sapu-sapu yang di Indonesia kerap dianggap hama ternyata memiliki nilai konsumsi di wilayah lain. Di kawasan Amazon, Amerika Selatan, ikan ini dikenal dengan nama carachama dan justru menjadi bahan utama dalam berbagai hidangan tradisional.

Salah satu olahan yang cukup populer adalah caldo de carachama, sup khas Ekuador yang menggunakan ikan air tawar tersebut sebagai bahan utama. Proses pembuatannya dimulai dengan membersihkan ikan secara menyeluruh, kemudian direbus hingga teksturnya lunak.

Dalam penyajiannya, sup ini biasanya dipadukan dengan bahan lokal seperti singkong dan pisang raja. Sementara itu, bumbu seperti bawang putih, ketumbar, dan cabai aji digunakan untuk memperkaya cita rasa. Hidangan ini umumnya disajikan hangat, kerap ditemani nasi atau perasan jeruk nipis sebagai pelengkap.

Carachama sendiri merupakan spesies ikan air tawar dari kelompok lele (Siluriformes) yang hidup di cekungan Sungai Amazon, mencakup wilayah Brasil hingga Peru. Ikan ini banyak ditemukan di daerah rawa dangkal yang kaya vegetasi dan material organik.

Secara ekologis, carachama memiliki peran penting karena kemampuannya mengonsumsi bahan organik seperti kayu lapuk dan serangga. Kebiasaan ini membantu proses penguraian alami di ekosistem perairan.

Dari segi fisik, ikan ini memiliki ciri khas berupa tubuh yang dilapisi semacam pelindung keras berwarna abu-abu kehitaman. Struktur tersebut berfungsi sebagai perlindungan dari predator. Selain itu, carachama juga dikenal mampu bertahan di kondisi lingkungan yang berubah, termasuk saat musim kemarau.

Di Peru, ikan ini tidak hanya diolah menjadi sup seperti chilcano atau timbuche, tetapi juga dimasak dengan metode tradisional seperti patarascha, yakni dibungkus daun dan dipanggang dengan bumbu khas hutan Amazon.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, populasi carachama mulai terancam. Faktor seperti pencemaran sungai dan praktik penangkapan ikan yang tidak terkendali menjadi penyebab utama menurunnya jumlah spesies ini di alam.

Fenomena ini menunjukkan bahwa persepsi terhadap suatu jenis ikan bisa berbeda di tiap wilayah. Jika di satu tempat dianggap tidak bernilai, di tempat lain justru menjadi bagian penting dari budaya dan sumber pangan masyarakat.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement