JAKARTA – Fakta-fakta bocah 6 tahun asal Indonesia yang tertabrak di Singapura. Seorang bocah perempuan berusia enam tahun yang diduga merupakan wisatawan asal Indonesia meninggal dunia setelah tertabrak kendaraan di kawasan Chinatown, Singapura.
Bocah tersebut dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah mobil dan seorang pejalan kaki. Peristiwa nahas itu terjadi di sepanjang South Bridge Road, kawasan Chinatown, Singapura, pada 6 Februari 2026 sekitar pukul 11.50 waktu setempat.
Berikut fakta-fakta bocah 6 tahun asal Indonesia yang tertabrak di Singapura:
Pihak kepolisian Singapura menyatakan korban bersama seorang perempuan dewasa segera dilarikan ke rumah sakit usai kejadian. Namun, nyawa bocah tersebut tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
Menurut laporan surat kabar berbahasa Mandarin Lianhe Zaobao, perempuan dewasa dan bocah tersebut merupakan pasangan ibu dan anak yang diketahui sebagai wisatawan asal Indonesia. Disebutkan pula bahwa insiden kecelakaan itu terjadi di area parkir yang berada di sebelah Kuil Relik Gigi Buddha, salah satu destinasi wisata populer di kawasan tersebut.
Foto-foto kecelakaan tersebut beredar luas di media sosial setelah diunggah oleh akun Facebook SG Road Vigilante. Dalam keterangan unggahan itu disebutkan bahwa peristiwa terjadi saat pengemudi mobil tengah berbelok keluar dari area parkir.
Dalam salah satu foto yang beredar, tampak seorang pria menggendong seorang gadis kecil di pinggir jalan, diduga sesaat setelah kecelakaan terjadi. Foto tersebut menuai perhatian dan simpati luas dari warganet.
Dalam pembaruan informasi yang disampaikan pada Minggu (8/2/2026), pihak kepolisian Singapura mengonfirmasi bahwa pengemudi mobil, seorang perempuan berusia 38 tahun, telah diamankan.
Polisi menyebut perempuan tersebut ditangkap pada 6 Februari 2026 atas dugaan mengemudi secara tidak hati-hati hingga menyebabkan kematian. Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap kronologi lengkap kecelakaan tersebut.
Kepergian bocah perempuan berusia enam tahun ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat. Di mata sang tante, Rara, korban bernama Sheyna bukan hanya sekadar keponakan, melainkan telah dianggap seperti anak sendiri.
Rara mengungkapkan bahwa Sheyna dikenal sebagai sosok anak yang sangat baik, pintar, ceria, dan memiliki kepribadian yang menenangkan. Sifat tersebut membuat banyak orang mudah menyayanginya, bahkan meski baru pertama kali bertemu.
“Sheyna anak yang sangat baik, pintar, ceria, menenangkan, sehingga banyak yang sayang walaupun baru pertama kali ketemu,” ujar Rara saat dihubungi iNews Media Group.
Salah satu hal yang paling diingat Rara dalam mengenang almarhumah keponakannya adalah kebiasaan Sheyna yang kerap memberikan pujian kepada orang-orang di sekitarnya.
Menurut Rara, kebiasaan sederhana itu menunjukkan kepribadian Sheyna yang tulus dan penuh empati. Sikap ceria dan ramah tersebut membuat Sheyna mudah akrab dengan siapa pun.
“Yang paling saya ingat itu Sheyna selalu suka memuji orang. Anaknya sangat baik dan ceria,” tuturnya.
Rara juga mengungkap bahwa ia dan Sheyna memiliki kenangan terakhir sebelum insiden kecelakaan tersebut terjadi. Rara sempat bertemu dengan korban sebelum Sheyna dan keluarganya berangkat ke Singapura untuk berwisata.
Pada pertemuan terakhir itu, Sheyna sempat menyampaikan keinginannya untuk menginap di rumah sang tante, sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan mereka selama ini.
“Saya terakhir ketemu sebelum kejadian, sebelum mereka pergi. Sheyna bilang ingin menginap dengan saya. Karena Sheyna memang suka menginap dengan saya,” ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)