Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Deddy Corbuzier Kecewa Kakek Penjual Es Gabus Bohong Soal Bantuan dan Kondisi Ekonomi

Niko Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 31 Januari 2026 |22:07 WIB
Deddy Corbuzier Kecewa Kakek Penjual Es Gabus Bohong Soal Bantuan dan Kondisi Ekonomi
Deddy Corbuzier Kecewa Kakek Penjual Es Gabus Bohong Soal Bantuan dan Kondisi Ekonomi (Foto: Instagram)
A
A
A

JAKARTA – Deddy Corbuzier mengungkapkan rasa kecewa dan keprihatinannya terhadap kakek penjual es gabus di Bogor yang sempat viral. Kasus yang awalnya memantik simpati publik itu kini menuai sorotan baru setelah muncul dugaan ketidakjujuran terkait kondisi ekonomi dan bantuan yang telah diterima sang kakek.

Melalui unggahan di akun media sosialnya, Deddy menyampaikan bahwa dirinya baru mengetahui fakta tersebut setelah berkomunikasi langsung melalui pesan singkat (direct message) dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Sebelumnya, KDM diketahui mengundang sang kakek untuk bertemu dan melakukan klarifikasi secara langsung terkait kondisi sebenarnya.

“Aduh, aduh, aduh, aduh, bapak penjual es gabus. Pak, ini ah, aduh. Ya gini aja gua mau ngomongin tentang Bapak penjual es gabus tersebut. Jadi Pak KDM itu kemarin DM gua dengan isi videonya dia, terus dia ngomong sama gua,” kata Deddy dalam unggahan video di akun Instagram miliknya, dikutip Sabtu (31/1/2026).

Deddy mengaku terkejut sekaligus kecewa setelah mengetahui bahwa sejumlah pernyataan sang kakek yang beredar di media sosial diduga tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Berdasarkan penjelasan KDM, klaim mengenai tidak adanya bantuan, kondisi ekonomi yang sangat terpuruk, hingga nominal biaya sekolah yang disebut-sebut mencapai jutaan rupiah ternyata tidak sepenuhnya benar.

“Isinya ternyata dengan Pak KDM, semuanya bohong. Bantuan dibilang tidak ada, motor dipakai sama siapa lah, uang sekolah Rp4 juta. Pokoknya kacau,” ungkap Deddy dengan nada kesal.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement