Menurut Deddy, sikap tersebut sangat disayangkan karena memanfaatkan empati dan kebaikan masyarakat yang tulus ingin membantu. Ia menilai bahwa simpati publik yang besar seharusnya dijaga dengan kejujuran, bukan justru dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi dengan menyampaikan informasi yang tidak benar.
“Ah, gitulah masyarakat ya. Kadang-kadang kalau ada musibah, lalu akhirnya dipakainya untuk mencari keuntungan, kesempatan dalam kesempitan,” tambahnya.
Deddy juga mengingatkan bahwa tindakan semacam ini dapat berdampak buruk dalam jangka panjang. Ia khawatir, jika kasus-kasus seperti ini terus terjadi, masyarakat akan menjadi apatis dan enggan membantu ketika ada kejadian kemanusiaan lain yang benar-benar membutuhkan perhatian dan uluran tangan.
“Lama-lama orang nggak percaya lagi loh sama kasus-kasus begini. Padahal netizen itu sudah baik banget, sudah peduli banget sama Bapak,” tegas Deddy.
Di sisi lain, Deddy menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang telah turun tangan langsung untuk mengklarifikasi permasalahan ini. Menurutnya, langkah KDM untuk mengecek data, menanyakan langsung, serta memastikan bantuan disalurkan dengan tepat adalah bentuk kepemimpinan yang bertanggung jawab.