Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kakek Penjual Es Gabus Ketahuan Bohong, Dedi Mulyadi: Kalau Ingin Hidup Maju Harus Jujur

Niko Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 31 Januari 2026 |17:43 WIB
Kakek Penjual Es Gabus Ketahuan Bohong, Dedi Mulyadi: Kalau Ingin Hidup Maju Harus Jujur
Kakek Penjual Es Gabus Ketahuan Bohong, Dedi Mulyadi: Kalau Ingin Hidup Maju Harus Jujur (Foto: Instagram)
A
A
A

JAKARTA – Sebuah momen emosional sekaligus penuh pelajaran terekam saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bertemu dengan kakek penjual es gabus yang belakangan viral karena difitnah menjual es dari spons oleh aparat.

Namun, di balik empati dan bantuan besar yang diberikan netizen serta berbagai pihak, terselip sikap ketidakjujuran yang terungkap saat kakek penjual es gabus ditanyai soal kondisi ekonomi oleh Dedi Mulyadi.

Dalam pertemuan yang diunggah Dedi di media sosialnya itu, sang kakek tampak menangis tersedu-sedu di hadapan Dedi Mulyadi. Ia mengaku sudah empat hari tidak berjualan karena trauma. Padahal, dirinya memiliki beban ekonomi, mulai dari tunggakan kontrakan hingga biaya sekolah cucunya yang diklaim mencapai Rp1,5 juta.

"Saya mau nangis, Pak. Belum bayar kontrakan, belum bayar sekolah," kata sang kakek, dikutip Sabtu (31/1/2026).

Namun, kecurigaan muncul saat Dedi Mulyadi melakukan verifikasi singkat terkait beban ekonomi yang tengah ditanggung sang kakek. Sang kakek menyebut biaya sekolah dasar (SD) mencapai Rp200.000 per bulan dan menunggak selama sebulan, namun ia menyebut angka total Rp1,5 juta.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement