Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Bahaya ‘Dopamin Buatan’ Whip Pink, dari Sensasi Melayang hingga Hilangnya Kemampuan Otak

Niko Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 31 Januari 2026 |21:57 WIB
Ini Bahaya ‘Dopamin Buatan’ Whip Pink, dari Sensasi Melayang hingga Hilangnya Kemampuan Otak
Ini Bahaya ‘Dopamin Buatan’ Whip Pink, dari Sensasi Melayang hingga Hilangnya Kemampuan Otak (Foto: Threads)
A
A
A

“Ketergantungan psikologis muncul dalam bentuk dorongan untuk terus mengulang penggunaan sebagai cara cepat mengatasi tekanan emosional. Dalam jangka panjang, ini bisa menyebabkan kesulitan regulasi emosi karena otak terbiasa dengan jalan pintas dopamin instan,” ungkapnya.

Lebih jauh, ketergantungan tersebut berpotensi mengganggu fungsi kognitif, seperti konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan mengambil keputusan. Otak secara perlahan kehilangan kemampuannya untuk mengelola emosi dan rasa senang secara alami.

Dampak Neuropsikiatri Jangka Panjang

Kasandra menambahkan, sejumlah studi juga mengaitkan penyalahgunaan Nitrous Oxide dengan gangguan neuropsikiatri, termasuk kecemasan kronis, perubahan perilaku, hingga gangguan pada sistem saraf. Kondisi ini menunjukkan bahwa efek whip pink tidak berhenti pada euforia sesaat, tetapi dapat meninggalkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan mental.

“Dalam jangka panjang, penyalahgunaan nitrous oxide juga dikaitkan dengan gangguan neuropsikiatri, termasuk kecemasan kronis dan perubahan perilaku. Ini menegaskan bahwa meskipun dikenal sebagai gas tertawa, efeknya tidak selalu berujung pada kesejahteraan psikologis,” tandas Kasandra.

Fenomena whip pink menjadi pengingat bahwa tidak semua hal yang memberi rasa senang instan aman bagi tubuh dan pikiran. Sensasi dopamin buatan mungkin terasa menyenangkan sesaat, namun risiko jangka panjangnya dapat merusak kemampuan otak dalam mengelola emosi, stres, dan kebahagiaan secara sehat.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement