Antioksidan dalam teh dapat membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif, dua faktor yang dapat mempercepat penurunan massa tulang seiring bertambahnya usia. Namun, hal ini bukan berarti teh merupakan “obat ajaib” untuk menjaga kesehatan tulang.
Terlepas dari konsumsi teh dan kopi, faktor gaya hidup lain seperti asupan kalsium, vitamin D, aktivitas fisik, serta faktor genetik turut memengaruhi kesehatan tulang seseorang. Konsumsi kopi dalam jumlah sedang tidak serta-merta meningkatkan risiko gangguan tulang, selama asupan kalsium tetap mencukupi.
Begitu pula dengan teh yang dinilai dapat mendukung kesehatan tulang, bukan berarti menjadi satu-satunya faktor penentu. Oleh karena itu, tetap pastikan kebutuhan kalsium terpenuhi melalui pola makan seimbang, terutama saat mengonsumsi kopi yang mengandung kafein.
Selain itu, lakukan pula aktivitas fisik secara rutin untuk membantu menjaga kepadatan tulang secara keseluruhan.
(Rani Hardjanti)