Di situs seperti eBay dan pasar barang bekas di Korea Selatan, tas yang dijual dengan harga US$2,99 di toko aslinya itu dibanderol dengan harga berkali-kali lipat. Bahkan, beberapa penjual mencantumkan harga hingga US$10.000.
Lonjakan harga ini bukan semata-mata soal kualitas bahan atau desain. Tas Trader Joe’s dinilai sebagai barang yang tidak bisa dibeli di sembarang tempat.
Hal ini kemudian memberi kesan eksklusif pada tas tersebut meski tampilannya sederhana. Alhasil, sebuah tas yang awalnya hanya untuk membawa belanjaan seharga beberapa dolar kini berubah menjadi simbol identitas, pengalaman perjalanan, dan bahkan barang koleksi yang diperebutkan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)