JAKARTA - Sebuah tas belanja kanvas seharga US$3 dari supermarket Amerika Serikat, Trader Joe’s, kini mengalami transformasi yang tak terduga. Tote bag ini bukan lagi sekadar alat membawa belanjaan, tetapi juga menjadi simbol gaya hidup yang bahkan dijual dengan harga fantastis hingga US$10.000 atau setara Rp160 juta di pasar online internasional.
Fenomena ini bermula dari pengalaman seorang perempuan bernama Holly Davies yang membawa pulang tote Trader Joe’s usai bepergian. Awalnya, tas tersebut dianggap biasa saja.
Namun, setibanya di rumah, Davies justru sering melihat tas yang sama dipakai orang-orang di kereta bawah tanah, di jalanan, hingga di ruang publik. Dari situ, ia menyadari bahwa tas belanja murah tersebut memiliki makna yang berbeda di luar Amerika Serikat.
Trader Joe’s sendiri hanya beroperasi di AS dan tidak memiliki cabang internasional. Keterbatasan inilah yang membuat tote bag mereka menjadi barang langka di kota-kota besar dunia seperti London, Seoul, Tokyo, dan Melbourne.
Bagi banyak orang di luar AS, memiliki atau memakai tas tersebut dianggap sebagai penanda pengalaman perjalanan atau kedekatan dengan budaya Amerika. Seiring semakin populernya tas ini, tote Trader Joe’s pun mulai bermunculan di berbagai platform jual beli online.